DENGAN KASIH YANG KEKAL


DENGAN KASIH YANG KEKAL

Renungan dari Yeremia 31:3

 

Ketika Kita Merasa Tuhan Sudah Melupakan Kita

Ada masa dalam hidup ketika iman tidak runtuh,
tetapi hati terasa kosong.

Kita masih datang ke gereja.
Kita masih berdoa.
Namun jauh di dalam, muncul pertanyaan yang jarang kita ucapkan:

“Apakah Tuhan masih mengasihiku?”

Bangsa Israel pernah ada di titik itu.
Mereka bukan bangsa sembarangan.
Mereka bangsa pilihan Allah.

Namun pada zaman Yeremia:

- mereka dibuang dari tanahnya

- Bait Allah dihancurkan

- identitas rohani mereka runtuh

Mereka kehilangan masa depan,
kehilangan pengharapan,
dan merasa ditinggalkan oleh Tuhan.

Di tengah kehancuran itulah Tuhan berbicara:

“Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya:
Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal,
sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”
(Yeremia 31:3)

Ayat ini bukan ditujukan kepada orang yang hidupnya rapi,
melainkan kepada bangsa yang gagal, jatuh, dan dihukum.

 

POIN 1 - KESELAMATAN ADALAH INISIATIF TUHAN

Kesalahan terbesar manusia adalah berpikir bahwa
kasih Tuhan dimulai dari usaha kita.

Seolah-olah Tuhan berkata:

- “Aku mengasihimu karena kamu taat”

- “Aku mengasihimu karena kamu berubah”

- “Aku mengasihimu karena kamu melayani”

Padahal firman Tuhan berkata sebaliknya.

“Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal.”

Kasih kekal berarti:

- kasih yang tidak punya titik awal

- kasih yang tidak menunggu kita layak

- kasih yang sudah ada sebelum kita sadar akan Tuhan

Yeremia sendiri dipanggil Tuhan
bahkan sebelum ia dilahirkan.

Sebelum ia bisa berbuat baik atau jahat.
Sebelum ia punya prestasi rohani apa pun.

Artinya:
Kasih Tuhan lebih tua dari usia kita.
Lebih tua dari dosa kita.
Lebih tua dari kegagalan kita.

Kalau hari ini kita bertanya,
“Apakah Tuhan masih mengasihiku?”

Jawabannya bukan bergantung pada keadaan kita hari ini.
Jawabannya ada pada karakter Tuhan yang tidak berubah.

Keselamatan kita bukan ide kita.
Keselamatan adalah inisiatif Allah.
Kita hanya merespons panggilan kasih itu.

 

POIN 2 - TIDAK ADA YANG BISA KITA PERBUAT UNTUK MENGUBAH KASIH TUHAN

Ini kebenaran yang sering sulit diterima oleh hati manusia:

Tidak ada satu pun hal baik yang bisa membuat Tuhan lebih mengasihi kita.
Dan tidak ada satu pun kegagalan yang bisa membuat Tuhan berhenti mengasihi kita.

Kasih Tuhan bukan seperti kasih manusia.
Manusia bisa:

- berubah

- lelah

- menyerah

Tetapi Tuhan berkata:

“Aku mengasihimu dengan kasih yang kekal.”

Ini bukan berarti dosa menjadi ringan.
Justru karena Tuhan mengasihi,
Tuhan serius terhadap dosa.

Yesus disalib bukan karena dosa itu kecil,
melainkan karena dosa itu sangat serius.

Kasih Tuhan tidak mengabaikan kekudusan-Nya.
Kasih Tuhan membayar mahal supaya kita dipulihkan.

Karena itu, kasih Tuhan bukan izin untuk hidup sembarangan,
tetapi kekuatan untuk bertobat dan kembali.

Bukan rasa takut akan hukuman yang mengubah hidup kita,
melainkan kesadaran bahwa:

“Aku dikasihi bahkan ketika aku tidak layak.”

Dan kesadaran itu melahirkan pertobatan yang sejati.

 

POIN 3 - TUHAN TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH ATAS HIDUP KITA

Firman Tuhan tidak berhenti pada kalimat: 

“Aku mengasihimu.”

Tuhan melanjutkan dengan janji yang sangat kuat:

“Sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”

Kasih Tuhan bukan sekadar cerita masa lalu.
Kasih Tuhan adalah komitmen yang terus berjalan.

Tuhan tidak berkata:

- “Aku dulu mengasihimu”

- “Aku pernah peduli”

Tuhan berkata:
“Aku melanjutkan kasih setia-Ku.”

Artinya:

- Tuhan tetap hadir saat kita lemah

- Tuhan tetap peduli saat kita menjauh

- Tuhan tetap bekerja saat kita tidak melihat apa-apa

Kasih Tuhan tidak selalu mengangkat kita keluar dari masalah,
tetapi sering kali menggendong kita melewati proses.

Saat:

- doa belum dijawab

- kesembuhan belum datang

- hidup terasa runtuh

Kasih Tuhan tidak berhenti.
Kasih Tuhan menopang dan memelihara.

 

DARI JAUH TUHAN MENAMPAKKAN DIRI

Ayat ini dimulai dengan kalimat yang sangat lembut:

“Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya.”

Ini kabar baik bagi siapa pun yang merasa jauh dari Tuhan.

Tuhan tidak menunggu kita sempurna untuk mendekat.
Tuhan lebih dulu menyatakan diri-Nya.

Kadang lewat:

- orang yang tiba-tiba hadir

- firman yang tepat waktu

- peristiwa kecil yang kita anggap kebetulan

Sering kali kita menyebutnya kebetulan,
padahal itu Tuhan yang sedang berkata pelan:

“Aku masih ada.”

 

Kasih yang Menjadi Jangkar Hidup

Hari ini kita tidak diajak untuk:

- membuktikan apa pun

- memperbaiki diri secara instan

- menjadi sempurna

Hari ini kita diajak untuk berakar.

Berakar dalam kasih Tuhan.

Karena hanya kasih Tuhan yang:

- memberi rasa aman

- menenangkan jiwa

- menjadi kekuatan menghadapi hidup

Ketika kita tahu bahwa kita dikasihi:

- kita tidak mudah takut

- kita tidak hidup mengejar validasi

- kita lebih mudah mengasihi orang lain

Yeremia 31:3 bukan sekadar ayat penghiburan.
Ini adalah janji yang teguh.

Tuhan tidak pergi.
Tuhan tidak berhenti.
Tuhan tidak pernah menyerah atas hidup kita.


Tuhan Yesus memberkati

Komentar

APA YANG KAMU DOAKAN SUDAH ADA DAN SUDAH DIBERIKAN

JANGAN MINTA KEKUATAN LEBIH DULU SEBELUM MELANGKAH

JANGAN REMEHKAN KESELAMATAN YANG TUHAN BERI