HATI BERSYUKUR = HATI TUHAN


Hati yang Bersyukur Menarik Perhatian Tuhan

Sering kali bukan keadaan yang membuat hidup kita terasa gelap, tetapi sikap hati kita sendiri.
Ketika hati dipenuhi kebencian, kekesalan, keluhan dan gerutuan, perlahan kita kehilangan kepekaan akan kasih karunia Tuhan. Bukan karena Tuhan berhenti mengasihi, tetapi karena hati yang terus mengeluh membuat kita berhenti melihat kebaikan-Nya.

Alkitab berulang kali menunjukkan bahwa Tuhan sangat tertarik pada hati yang bersyukur.
Sebaliknya, ada satu sikap yang membuat hati kita menjauh dari hadirat-Nya yaitu mengasihani diri sendiri. Saat seseorang tenggelam dalam rasa “aku paling malang”, fokusnya bukan lagi pada Tuhan, melainkan pada dirinya sendiri. Di titik itu, hati menjadi tertutup terhadap pekerjaan Allah.

Lihatlah para gembala pada malam kelahiran Yesus.
Mereka bukan orang terpandang, bukan orang kaya, bukan tokoh penting. Namun justru kepada merekalah malaikat Tuhan diutus. Mengapa? Karena mereka tidak sibuk mengeluh tentang hidup mereka. Mereka menerima keadaan mereka apa adanya, dan hati mereka terbuka untuk Tuhan.

Rasa syukur memiliki kuasa rohani yang besar.
Ketika kita bersyukur atas apa yang ada, yang “pas-pasan” justru mulai bertambah. Seperti lima roti dan dua ikan, di tangan manusia itu terlihat kecil dan tidak berarti. Namun ketika diserahkan kepada Tuhan dengan hati yang bersyukur, yang sedikit menjadi berlimpah.

Tuhan tidak mencari orang yang punya segalanya.
Tuhan mencari hati yang mau berkata,
“Aku mungkin tidak punya banyak, tapi aku punya Tuhan dan itu cukup.”

Orang yang hidup dalam syukur tidak sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain.
Ia tidak iri pada mereka yang terlihat lebih berhasil, lebih dipuji atau lebih diakui. Ia tahu bahwa pujian manusia sering kali berbahaya, karena bisa menumbuhkan kesombongan dan membuat hati jauh dari Allah.

Ironisnya, orang yang terlihat “punya segalanya” di mata dunia, justru bisa menjadi orang yang paling kosong di dalam.
Sementara orang yang hidupnya sederhana, tetapi hatinya selaras dengan Tuhan, sering kali berkata dengan penuh keyakinan: Mazmur 23:1
“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”

Hati yang berada di posisi yang benar di hadapan Allah tidak gelap oleh iri hati, tidak berat oleh keluhan.
Hati seperti itulah yang membuat Tuhan berkenan bekerja, bukan dengan apa yang kita iri dari orang lain, tetapi dengan apa yang sudah ada di tangan kita.

Karena pada akhirnya, Tuhan selalu bisa melakukan perkara besar dari hati yang kecil tapi bersyukur.


Tuhan Yesus memberkati

Komentar

APA YANG KAMU DOAKAN SUDAH ADA DAN SUDAH DIBERIKAN

DENGAN KASIH YANG KEKAL

JANGAN MINTA KEKUATAN LEBIH DULU SEBELUM MELANGKAH

JANGAN REMEHKAN KESELAMATAN YANG TUHAN BERI