JANGAN IKUT YESUS TAPI MASIH PLUS PLUS

 

Jangan Campur Iman: Yesus Tidak Pernah “Plus”

Di Indonesia, garis batas antaragama itu jelas. Tapi dunia kepercayaan, tradisi dan superstisi, itu cair, lumer, tidak ada batasnya. Banyak orang Kristen hidup di tengah budaya seperti ini dan tanpa sadar mereka ikut terseret. Hasilnya? Iman jadi setengah-setengah. Kristen iya, Kristus iya, tapi kepercayaan lama masih dipertahankan. Tradisi masih dipegang. Ritual-ritual non-Alkitab masih dijalankan.

Masalahnya, iman seperti ini tidak pernah berdiri kokoh. Dan yang paling penting, Yesus tidak pernah bisa menjadi “Yesus plus.”
Kalau Dia bukan total, maka itu artinya Dia bukan Tuhan dalam hidup kita.

Ini bukan soal radikal. Ini bukan soal menjadi fanatik. Ini soal logika dasar iman, kalau Yesus plus sesuatu, maka itu bukan Yesus. Kalau kita percaya kepada Yesus, tetapi masih menambah hal lain sebagai pegangan, maka yang kita sembah bukan lagi Dia.

Karena itu penting sekali menjaga hati kita. Jangan sampai kita rajin ke gereja, tetapi kehidupan kita masih memakai praktik-praktik kepercayaan nenek moyang. Jangan sampai lidah kita memuji Yesus, tetapi tangan kita masih melakukan ritual yang bertentangan dengan iman. Jangan sampai kita berkata “aku percaya,” tetapi hidup kita menunjukkan “aku ragu.”

Ini bukan tentang kehilangan keselamatan, bahkan mungkin lebih dalam dari itu,
bisa jadi seseorang belum pernah benar-benar diselamatkan.

Orang yang diselamatkan tahu ia diselamatkan dari apa.
Ia diselamatkan dari cara hidup yang sia-sia, yang diwariskan sejak nenek moyang kita, bahkan sejak Adam dan Hawa.
Ia dibebaskan dari maut dan dari akar dosa.
Ia dipindahkan dari kerajaan gelap ke kerajaan terang.

Itu sebabnya, campur-campur tidak pernah cocok dengan Injil.
Iman tidak bisa digabung.
Kesetiaan tidak bisa dibagi.

Jika Yesus adalah Tuhan, maka Tuhan harus satu-satunya.
Kalau bukan, Tuhan bukan Tuhan sama sekali.

Yesus itu total atau tidak sama sekali.


Tuhan Yesus memberkati

Komentar

APA YANG KAMU DOAKAN SUDAH ADA DAN SUDAH DIBERIKAN

DENGAN KASIH YANG KEKAL

JANGAN MINTA KEKUATAN LEBIH DULU SEBELUM MELANGKAH

JANGAN REMEHKAN KESELAMATAN YANG TUHAN BERI