JANGAN MENYEMBAH ALLAH LAIN SELAIN TUHAN YESUS


Tuhan yang Memegang Kunci Hidup dan Mati

Siapa yang Sebenarnya Berkuasa atas Hidup Kita?

Di dunia yang penuh pilihan, manusia sering kali mencari pegangan. Ada yang bersandar pada kekuasaan, ada yang mengandalkan uang, ada yang menaruh harapan pada manusia, bahkan ada yang sujud kepada berhala, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

Namun pertanyaannya sederhana, tetapi sangat menentukan arah hidup:
siapa yang memegang kendali atas hidup dan mati kita?

Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa bukan berhala, bukan manusia, bukan sistem dunia, melainkan Tuhan sendiri yang memegang kunci kehidupan dan kematian. Dan kebenaran ini tidak berubah, apakah manusia percaya atau tidak.

Wahyu 1:17-18 (Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut).

 

1. Tuhan Tetap Tuhan, Terlepas dari Percaya atau Tidak Percaya Manusia

Ada satu realita rohani yang tidak bisa dibatalkan oleh opini manusia:
Tuhan tidak menjadi Tuhan karena kita percaya.
Ia adalah Tuhan karena memang Dia Tuhan.

Percaya atau tidak percaya, mengakui atau menolak, Tuhan tetap memegang kunci hidup dan mati. Kehidupan manusia tidak berada di tangan nasib, tidak ditentukan oleh patung buatan tangan, dan tidak dikendalikan oleh kuasa manusia mana pun.

Sering kali manusia berpikir seolah-olah iman manusia menentukan keberadaan Tuhan. Padahal justru sebaliknya, iman menentukan posisi kita terhadap kebenaran, bukan kebenaran itu sendiri.

 

2. Berhala - Buatan Tangan Manusia yang Tidak Berdaya

Berhala, dalam bentuk apa pun, selalu memiliki satu ciri: yaitu dibuat oleh manusia. Dibentuk, diukir, ditetapkan nilainya, lalu disembah oleh penciptanya sendiri.

Ironisnya, manusia adalah ciptaan Allah, tetapi justru sujud kepada ciptaannya sendiri.

Berhala tidak memiliki kehidupan.
Berhala tidak memiliki kuasa atas hidup dan mati.
Berhala tidak pernah memegang kunci apa pun.

Ketika manusia menyembah berhala baik patung, ideologi, kekuasaan, atau figur manusia, sebenarnya ia sedang menukar Allah yang hidup dengan sesuatu yang fana.

 

3. Jangan Menyembah Manusia - Semua Sama-sama Akan Mati

Ada bahaya lain yang sering tidak disadari yaitu meninggikan manusia. Mengagungkan tokoh, pemimpin, atau figur tertentu seolah-olah mereka adalah sumber keselamatan.

Padahal Alkitab sangat jujur:
manusia, siapa pun dia akan mati.

Ibrani 9:27 (Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi).

Tidak peduli seberapa bijak, seberapa kuat, seberapa terkenal, atau seberapa berpengaruh, manusia tetap terbatas. Ia tidak memegang kunci kehidupan, apalagi kunci kematian.

Ketika manusia dijadikan pusat penyembahan, yang terjadi adalah apa yang Yesus gambarkan sebagai:

orang buta menuntun orang buta
dan keduanya jatuh ke dalam selokan.

Matius 15:14 (Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang).

 

4. Menyembah Allah yang Hidup, Bukan Konsep yang Mati

Tuhan yang sejati bukan sekadar konsep spiritual. Ia bukan ide abstrak. Ia adalah Allah yang hidup, Allah yang bertindak, berbicara dan menyatakan diri-Nya.

Allah tidak hanya berdiam di surga yang jauh. Ia pernah datang sebagai manusia. Ia menyatakan diri-Nya secara nyata di dalam sejarah.

Dan penyataan itu bukan melalui berhala, bukan melalui mitos, bukan melalui filsafat kosong, melainkan melalui satu Pribadi yaitu Yesus.

 

5. Yesus - Allah yang Datang Menunjukkan Diri-Nya

Yesus bukan sekadar guru moral. Ia bukan hanya nabi. Ia bukan simbol kebaikan semata. Ia adalah Allah yang hidup, yang datang sebagai manusia untuk menunjukkan siapa Tuhan sebenarnya.

Ia tidak menunjuk kepada patung.
Ia tidak mengarahkan manusia kepada berhala.
Ia tidak meminta manusia menyembah manusia lain.

Ia menunjukkan Allah yang berkuasa atas hidup dan mati, bukan dengan teori, tetapi dengan hidup-Nya sendiri.

Karena itu, menyembah Yesus bukanlah menyembah manusia biasa. Menyembah Yesus adalah menyembah Allah yang menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia.

 

6. Iman yang Benar Mengarahkan kepada Sumber Kehidupan

Iman yang benar tidak berakhir pada benda, figur, atau sistem. Iman yang benar selalu mengarahkan manusia kepada Sumber kehidupan itu sendiri.

Ketika kita menyembah Allah yang hidup:

- Kita tidak menggantungkan hidup pada yang fana

- Kita tidak tersesat mengikuti yang tidak melihat

- Kita tidak menukar kebenaran dengan kenyamanan

Kita datang kepada Dia yang memegang kunci hidup dan mati.

 

Pilihan Penyembahan yang Menentukan Arah Hidup

Setiap manusia menyembah sesuatu, sadar atau tidak. Pertanyaannya bukan apakah kita menyembah, tetapi siapa yang kita sembah.

Berhala tidak bisa memberi hidup.
Manusia tidak bisa menyelamatkan manusia.
Hanya Allah yang hidup yang memegang kunci hidup dan mati.

Dan Allah itu telah menyatakan diri-Nya.
Tiada lain, tiada bukan, Dialah Yesus.


Tuhan Yesus memberkati

Komentar

APA YANG KAMU DOAKAN SUDAH ADA DAN SUDAH DIBERIKAN

DENGAN KASIH YANG KEKAL

JANGAN MINTA KEKUATAN LEBIH DULU SEBELUM MELANGKAH

JANGAN REMEHKAN KESELAMATAN YANG TUHAN BERI