JANGAN TAKUT JIKA TUHAN YANG SURUH
Berani Melangkah karena Tuhan yang Mengutus, Bukan Karena Percaya Diri
Seringkali kita merasa tidak percaya diri, terutama ketika kita memulai dari titik yang paling rendah. Kita merasa kecil, tidak dianggap dan suara kita seolah tidak pernah didengar. Gideon dalam Alkitab mengalami hal yang sama, anak paling bungsu di keluarganya, tidak punya pengaruh dan kata-katanya sering diabaikan. Bayangkan kalau kita terus melihat diri sendiri dari perspektif itu, tidak akan pernah ada langkah maju.
Namun, ada satu hal yang mengubah segalanya, ingat bahwa Tuhan yang mengutus kita. Keberanian sejati bukan berasal dari percaya diri kita sendiri, tapi dari percaya pada Tuhan. Ketika Tuhan berkata, “Aku mengutusmu”, Dia bertanggung jawab penuh atas langkah kita. Tuhan tidak mendorong kita lalu melepas tangan-Nya. Tuhan menyertai kita, bahkan di tengah rintangan dan salib yang harus kita pikul.
Sukses yang Tuhan janjikan bukan selalu sukses materi atau duniawi. Sukses itu adalah disegani, disertai dan dimuliakan Tuhan. Awal perjalanan mungkin sulit, penuh tantangan dan bahkan tidak ada yang percaya pada kita. Tapi jika kita taat dan melangkah karena perintah Tuhan, kita akan melihat kemuliaan Tuhan.
Pesan pentingnya :
- Jangan fokus pada keterbatasan diri
- Jangan menunggu diakui orang lain
- Berani melangkah karena Tuhan mengutus, bukan karena kita merasa cukup
- Percaya bahwa setiap langkah yang taat akan disertai oleh Tuhan, bahkan melalui rintangan dan tantangan.
Ingatlah, keberanian kita lahir dari iman, bukan dari kemampuan atau status kita. Saat kita melangkah bersama Tuhan, kita tidak berjalan sendirian, kita berjalan dalam kuasa, perlindungan dan penyertaan-Nya.
Tuhan Yesus memberkati
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar