KALAU DIKASIH HATI JANGAN MINTA AMPELA


Jangan Bocor Mulut Saat Tuhan Mengulurkan Tongkat

Dalam kisah Ester, kita belajar satu pelajaran yang sering diabaikan banyak orang, tidak semua kesempatan harus langsung direspons dengan luapan isi hati.

Ketika tongkat raja diulurkan, Ester sebenarnya memiliki alasan besar untuk langsung berbicara. Nyawanya terancam. Bangsanya akan dibinasakan. Jika itu kita, mungkin refleks pertama adalah panik, menangis dan menumpahkan semua ketakutan sekaligus.
Namun Ester tidak seperti itu.

Ia tidak langsung “bocor mulut”.
Ia tidak membeberkan luka dan amarahnya mentah-mentah.
Ia tidak menjadikan kesempatan sebagai ajang pelampiasan emosi.

Ester menyentuh ujung tongkat terlebih dahulu, tindakan kecil yang penuh makna. Ia menghargai pernyataan kasih karunia yang paling dini. Ia bersyukur untuk hati yang sudah diberikan, tanpa langsung meminta “ampela”.

Banyak orang gagal bukan karena Tuhan tidak memberi, tetapi karena tidak mampu bersyukur atas yang kecil. Seperti orang yang tidak bisa menghargai lima roti dan dua ikan, mereka akhirnya tetap lapar di tengah mujizat.

Ester mengajarkan kita untuk berjalan sehati demi sehati, selangkah demi selangkah.
Bukan gegabah, tapi juga bukan penakut.
Bukan menekan perasaan, tapi mengelolanya dengan hikmat.

Tidak semua isi hati harus dikeluarkan sekaligus.
Tidak semua kebenaran harus disampaikan tanpa waktu.
Ada momen ketika diam dan bersyukur jauh lebih kuat daripada bicara panjang.

Saat Tuhan mengulurkan tongkat-Nya dalam hidup kita, belajarlah seperti Ester.
ambil hati itu dengan hormat,
rawat kepercayaan itu dengan sabar,
dan bergerak pada waktunya, bukan dengan emosi, tetapi dengan hikmat.


Tuhan Yesus memberkati

Komentar

APA YANG KAMU DOAKAN SUDAH ADA DAN SUDAH DIBERIKAN

DENGAN KASIH YANG KEKAL

JANGAN MINTA KEKUATAN LEBIH DULU SEBELUM MELANGKAH

JANGAN REMEHKAN KESELAMATAN YANG TUHAN BERI