KEKUATAN DALAM KEPEKAAN
Kepekaan yang Mengubah Keadaan
Kisah Ester mengajarkan satu kebenaran penting yaitu kekuatan perempuan tidak terletak pada suara yang keras atau dorongan emosi yang meledak-ledak, melainkan pada kepekaan rohani dan hikmat membaca waktu.
Ester berada dalam ancaman besar. Bangsanya berada di ambang kehancuran. Namun ia tidak panik. Ia tidak memaksa kehendak. Ia juga tidak tergesa-gesa menyampaikan semua isi hatinya sekaligus. Ester mengerti bahwa bahkan permintaan yang benar bisa menjadi salah jika disampaikan pada waktu yang salah.
Alih-alih bertindak gegabah, Ester memilih untuk peka. Ia tahu kapan harus berbicara, di mana harus melangkah dan kapan harus diam. Ia tidak mengambil alih kendali dengan emosinya sendiri, melainkan menyerahkan waktu dan tempat sepenuhnya kepada Tuhan. Karena ketepatan itulah, hati raja dilunakkan dan jalan keselamatan terbuka bagi bangsanya.
Kekuatan Ester bukan pada desakan, tetapi pada ketenangan yang lahir dari kepercayaan kepada Tuhan. Ia memahami bahwa proses adalah bagian dari rencana ilahi dan bahwa Tuhan bekerja bukan hanya melalui apa yang dikatakan, tetapi juga melalui sikap, kesabaran dan ketaatan dalam menunggu momen yang tepat.
Dari Ester kita belajar bahwa perempuan yang berhikmat tidak terburu-buru. Ia menjaga sikapnya, memilih kata-katanya dengan bijak dan menghormati proses Tuhan. Karena itulah Tuhan mempercayakan kepadanya momen-momen yang menentukan yaitu momen yang mengubah sejarah.
Perempuan yang hidup dalam hikmat akan ditempatkan Tuhan tepat pada waktunya, di tempat yang menentukan, untuk tujuan yang mulia.
Tuhan Yesus memberkati

Komentar
Posting Komentar