KRISTEN KTP
Percaya Yesus adalah Tuhan, Tapi Hanya Salah Satu?
Iman yang Terbagi Tidak Pernah Menyelamatkan
Ada satu pengakuan yang sering terdengar di zaman ini,
“Saya percaya Yesus adalah Tuhan.”
Namun di balik pengakuan itu, tersembunyi kenyataan yang tidak selalu disadari,
Yesus dipercaya sebagai Tuhan, tetapi hanya salah satu.
Ia diakui, tetapi tidak dimahkotai.
Ia dipercaya, tetapi tidak ditaati sepenuhnya.
Ia disebut Tuhan, tetapi bukan penguasa hidup.
Dan iman seperti ini, sejujurnya, bukan iman yang menyelamatkan.
1. Yesus Tuhan, Tapi Bukan Satu-satunya
Masalah terbesar bukan ketika orang tidak percaya Yesus sama sekali.
Masalah yang lebih halus dan lebih berbahaya adalah ketika seseorang percaya Yesus, tetapi tidak menempatkan Dia sebagai satu-satunya Tuhan.
Yesus ada di daftar.
Bersama:
- kenyamanan
- ambisi
- relasi
- uang
- kesenangan
- dan “berhala” lain yang kita pelihara
Yesus menjadi salah satu pilihan rohani, bukan pusat kehidupan.
Namun iman Kristen tidak pernah mengajarkan “Yesus dan…”.
Iman Kristen selalu berbicara tentang Yesus saja.
2. Berhala Tidak Selalu Berbentuk Patung
Ketika mendengar kata berhala, banyak orang langsung membayangkan patung, sesajen atau ritual tertentu. Padahal berhala bisa sangat modern dan sangat halus.
Berhala adalah apa pun yang mengambil tempat Tuhan di hati manusia.
Bagi sebagian orang, berhala itu:
- hobi
- pekerjaan
- pasangan
- uang
- reputasi
- kenyamanan hidup
Dan ya, ada juga berhala yang sungguhan, benda atau sistem kepercayaan lain yang secara sadar disandingkan dengan iman kepada Yesus.
Ketika Yesus hanya menjadi “salah satu”, maka Ia bukan Tuhan dalam hidup itu.
3. Percaya, Tapi Tidak Praktikkan
Ada perbedaan besar antara:
- mengaku percaya
- dan hidup di bawah pemerintahan Tuhan
Jika seseorang berkata Yesus adalah Tuhan, tetapi keputusan hidupnya tidak pernah tunduk kepada kehendak-Nya, maka pengakuan itu hanyalah kata-kata.
Yesus bukan Tuhan karena kita menyebut-Nya demikian.
Ia Tuhan ketika otoritas-Nya nyata dalam hidup kita.
Jika iman hanya berhenti di pengakuan, tanpa pertobatan dan perubahan hidup, maka itu bukan iman yang Alkitab maksudkan.
4. Kristen KTP dan Bahaya yang Nyata
Ada istilah yang sangat jujur, meski terdengar keras:
Kristen KTP.
Secara identitas agama, Kristen.
Secara kehidupan, tidak pernah diubah Kristus.
Pergi ke gereja, tetapi tidak pernah bertobat.
Menyebut nama Yesus, tetapi hidupnya tidak pernah diserahkan.
Mengaku percaya, tetapi tidak pernah lahir baru.
Ini bukan soal jatuh bangun dalam dosa, semua orang bisa jatuh.
Ini soal hidup yang tidak pernah sungguh-sungguh diserahkan.
5. Lahir Baru Itu Nyata, Bukan Sekadar Istilah
Lahir baru bukan jargon rohani.
Bukan pengalaman emosional sesaat.
Bukan sekadar ikut kelas atau ritual.
Lahir baru berarti:
- arah hidup berubah
- otoritas berpindah
- pusat hidup bergeser
Dari “aku” menjadi Tuhan.
Dari kenyamanan menjadi ketaatan.
Dari hidup untuk diri sendiri menjadi hidup untuk Dia.
Jika seseorang percaya Yesus, tetapi hidupnya sama sekali tidak berubah, maka pertanyaan yang jujur perlu diajukan:
apakah ia sungguh percaya?
6. Iman yang Menyelamatkan Tidak Pernah Terbagi
Keselamatan tidak datang dari iman yang dibagi-bagi.
Tidak datang dari kompromi rohani.
Tidak datang dari pengakuan tanpa penyerahan.
Yesus tidak pernah meminta posisi bersama berhala.
Ia tidak mencari tempat di sudut hati manusia.
Ia datang sebagai Raja.
Dan seorang Raja tidak berbagi takhta.
Siapa yang Sebenarnya Duduk di Takhta Hidupmu?
Pertanyaan terpenting bukan:
“Apakah aku percaya Yesus adalah Tuhan?”
Tetapi:
“Apakah Yesus adalah satu-satunya Tuhan dalam hidupku?”
Karena iman yang menyelamatkan bukan iman yang menjadikan Yesus sebagai opsi, melainkan iman yang menyerahkan seluruh hidup di bawah pemerintahan-Nya.
Yesus bukan tambahan rohani.
Yesus bukan pelengkap hidup.
Yesus adalah Tuhan atau Dia bukan Tuhan sama sekali.
Tuhan Yesus memberkati
.png)
Komentar
Posting Komentar