MENGENAKAN PAKAIAN RATU
Keberanian yang Lahir dari Persiapan
Banyak orang mengira keberanian adalah soal nekat. Padahal kisah Ester menunjukkan hal yang berbeda, keberanian sejati lahir dari persiapan yang matang dan penghormatan terhadap proses.
Ester tahu resikonya besar. Menghadap raja tanpa dipanggil bisa berujung maut. Ia tidak datang dengan ilusi bahwa semuanya akan baik-baik saja. Justru ia sadar betul, secara manusia, peluang hidupnya kecil. Namun di titik itulah kekuatannya terlihat, ia tidak panik, tidak ceroboh dan tidak mengabaikan detail.
Sebelum melangkah, Ester berpuasa. Ia menata hatinya terlebih dahulu di hadapan Tuhan. Setelah masa puasa selesai, ia memastikan tubuhnya juga siap. Ia makan agar kuat, merawat diri dan mempersiapkan penampilannya. Ini bukan soal kesombongan, melainkan hikmat, menghormati tubuh yang Tuhan percayakan kepadanya dan menghargai momen penting yang ada di depan mata.
Alkitab mencatat bahwa Ester “mengenakan pakaian ratu.” Kalimat ini sederhana, tetapi sarat makna. Ia tidak datang dengan wajah kusut, tidak asal hadir. Ia datang dengan sikap hormat, penuh kesadaran akan identitasnya. Ia tahu siapa dirinya dan ia menghormati posisi yang Tuhan berikan kepadanya.
Keberanian Ester bukan keberanian tanpa persiapan. Ia berani karena ia siap secara rohani, mental dan jasmani. Ia memahami bahwa Tuhan bekerja melalui ketaatan, ketelitian dan tanggung jawab pribadi.
Pesan ini sangat relevan bagi perempuan hari ini. Merawat diri bukan soal pamer atau mencari perhatian, melainkan bentuk syukur dan penghargaan terhadap hidup yang Tuhan berikan. Bahkan di masa sulit, saat lelah, sedih atau menunggu pemulihan, tetaplah menjaga diri. Tetaplah berdiri dengan hormat. Tetaplah memberi usaha terbaik.
Karena sering kali, Tuhan memakai detail kecil dan sikap hati yang siap untuk membawa kita masuk ke momen besar yang menentukan.
Tuhan Yesus memberkati
.png)
Komentar
Posting Komentar