MOVE ON DARI TRAUMA


Mendekat Tanpa Trauma : Pelajaran Iman dari Ester

Ketika Raja mengulurkan tongkat emas kepada Ester, Alkitab mencatat satu respons yang sangat menentukan yaitu Ester mendekat.
Ia tidak membeku karena takut. Ia tidak mundur karena trauma. Ia tidak salah membaca momen.

Padahal, secara manusia, situasinya sangat menegangkan. Ancaman kematian masih nyata. Nasib bangsanya dipertaruhkan. Jika saja Ester bereaksi dengan kepanikan, dengan luka batin yang belum pulih atau dengan ketakutan masa lalu, cerita ini bisa berakhir berbeda.

Namun Ester bukan perempuan yang dikendalikan trauma.
Ia memilih untuk maju.

Ini pelajaran rohani yang sangat penting:
perempuan yang mau dipakai Tuhan harus berani move on dari trauma.

Bukan berarti Ester tidak pernah terluka. Bukan berarti ia tidak punya alasan untuk takut. Tetapi ia tidak membiarkan trauma mengendalikan responsnya. Ia mengambil tanggung jawab atas perasaannya sendiri. Ia memilih untuk berdiri, melangkah dan mendekat.

Iman bukan sekadar perasaan percaya, tetapi keputusan sadar untuk berkata: “aku berhenti hidup dikendalikan oleh luka lama.”

Move on secara rohani bukan proses yang pasif. Itu keputusan aktif.
Mengambil alih kendali hati, membawa luka kepada Tuhan dan berkata dengan iman: “di dalam nama Yesus, aku menutup buku trauma itu.”

Pengampunan menjadi kunci. Bukan karena orang lain layak diampuni, tetapi karena kita sendiri sudah lebih dulu menerima pengampunan dari Kristus. Pengampunan tidak selalu terasa mudah, tetapi ia mengalir melalui ketaatan, bukan emosi.

Ester juga mengajarkan satu hal penting lainnya yaitu cara mendekat itu menentukan hasil.
Ia tidak berlebihan. Ia tidak gegabah. Ia menyentuh ujung tongkat itu dengan lembut. Geraknya penuh kesadaran, ketenangan, dan ketepatan.

Gerak-gerik Ester menentukan apakah ia akan berhasil atau gagal.

Begitu pula dengan kita. Tuhan sering kali sudah membuka pintu. Otoritas sudah diulurkan. Kesempatan sudah ada. Namun pertanyaannya:
apakah kita berani mendekat tanpa trauma?
apakah kita bisa melangkah dengan hati yang pulih?

Perempuan yang dipakai Tuhan bukan perempuan tanpa luka, tetapi perempuan yang tidak lagi dikendalikan oleh lukanya.
Ia tahu kapan harus maju, bagaimana bersikap dan kepada siapa ia bersandar.

Dan ketika ia mendekat dengan iman, Tuhan bekerja dengan kuasa.


Tuhan Yesus memberkati

Komentar

APA YANG KAMU DOAKAN SUDAH ADA DAN SUDAH DIBERIKAN

DENGAN KASIH YANG KEKAL

JANGAN MINTA KEKUATAN LEBIH DULU SEBELUM MELANGKAH

JANGAN REMEHKAN KESELAMATAN YANG TUHAN BERI