MULAI PENGINJILAN DARI RUMAH SENDIRI
Belum Terlambat : Panggilan Menginjili Keluarga Sendiri
Mungkin usia kita sudah tidak muda lagi. Mungkin kita merasa sudah terlambat memulai banyak hal. Tetapi selama orang tua kita masih ada, kesempatan itu belum tertutup. Justru orang tua kita lebih tua dari kita dan waktu mereka jauh lebih terbatas. Karena itu pesan ini sederhana, tetapi sangat serius, belum terlambat, selama Tuhan masih memberi napas.
Menginjili memang tidak mudah. Menginjili itu sering kali berarti melawan arus. Menginjili anak sendiri mungkin terasa lebih ringan, tetapi ketika seorang yang lebih muda harus menyampaikan Injil kepada yang lebih senior, kepada orang tua sendiri, itu terasa sangat sulit. Ada rasa sungkan, takut tidak dihargai, takut melukai perasaan atau takut ditolak.
Namun pertanyaannya sederhana, kalau bukan kita yang melakukannya, siapa lagi? Jangan mencuci tangan seperti Pilatus, seolah-olah kita tidak terlibat dan tidak bertanggung jawab. Dalam hal pengorbanan dan kematian Yesus, tidak ada posisi netral. Setiap orang harus mengambil sikap dan sikap itu dinyatakan melalui keberanian untuk bersaksi, terutama kepada keluarga sendiri.
Menginjili bukan soal memaksa, tetapi soal mengasihi. Bukan soal merasa paling benar, tetapi soal kepedulian terhadap kekekalan. Injil adalah kabar baik dan kabar baik tidak seharusnya disimpan untuk diri sendiri, apalagi ketika menyangkut orang-orang yang paling kita kasihi.
Gereja ada untuk memfasilitasi, menguatkan dan mendampingi proses ini. Gereja menyediakan pengajaran, doa dan komunitas. Tetapi keputusan untuk melangkah tetap ada di tangan pribadi masing-masing. Injil tidak akan sampai kepada keluarga jika kita sendiri memilih diam.
Selama hari ini masih ada, selama napas masih diberikan Tuhan, panggilan itu masih berlaku. Jangan menunggu sampai kesempatan itu hilang. Ambillah posisi. Berdirilah di pihak Injil. Mulailah dari rumahmu sendiri.
Tuhan Yesus memberkati

Komentar
Posting Komentar