ORANG YANG PUNYA TUHAN YESUS DALAM HATINYA , PASTI PUNYA BEBAN UNTUK ORANG LAIN
Jika Hatimu Diselamatkan, Hatimu Pasti Terbeban untuk Jiwa Lain
Tanda Keselamatan yang Sering Diabaikan
Ada satu tanda keselamatan yang sering tidak dibahas, bukan karena tidak penting, tetapi karena terlalu menusuk hati. Tanda itu bukan karunia rohani. Bukan jabatan pelayanan. Bukan seberapa sering seseorang datang ke gereja.
Tanda itu adalah beban bagi jiwa-jiwa yang terhilang.
Orang yang sungguh-sungguh dijamah hatinya, yang benar-benar bertobat, tidak mungkin tidak terbeban untuk orang lain yang belum mengenal Tuhan. Bukan karena ia hebat. Bukan karena ia merasa lebih benar. Tetapi karena sesuatu telah terjadi di dalam hatinya.
1. Pengemis yang Menemukan Roti
Kita semua ini pada dasarnya sama yaitu pengemis rohani. Tidak punya apa-apa untuk menyelamatkan diri sendiri. Tidak punya bekal untuk menebus dosa. Lalu kita bertemu dengan roti, bukan sembarang roti, tetapi roti kehidupan.
Ketika seorang pengemis menemukan roti, ada dua kemungkinan:
- ia menyimpannya untuk dirinya sendiri
- atau ia membagikannya kepada pengemis lain
Jika seseorang sungguh lapar dan sungguh diselamatkan oleh roti itu, hampir mustahil ia tidak ingin orang lain makan juga.
Demikian pula dengan keselamatan. Jika kita benar-benar dijamah oleh kasih Tuhan, kita tidak mungkin menyimpannya sendiri. Bukan karena kewajiban, tetapi karena dorongan dari dalam.
2. Ini Bukan Soal Agama, Bukan Soal Kristenisasi
Beban bagi jiwa bukanlah roh agamawi.
Bukan soal memperbanyak anggota gereja.
Bukan soal memenangkan debat teologi.
Ini bukan tentang agama.
Ini tentang perjumpaan.
Ketika seseorang benar-benar bertemu dengan Yesus, atau lebih tepatnya, ketika ia sadar bahwa dirinya telah ditemukan oleh Tuhan, maka cara pandangnya berubah.
Ia mulai melihat dunia dengan mata yang berbeda.
Ia mulai melihat orang-orang di sekitarnya bukan sekadar sebagai teman, tetangga, atau rekan kerja, tetapi sebagai jiwa.
Dan ketika ia melihat jiwa-jiwa yang masih terhilang, ia tidak bisa lagi bersikap netral.
3. Jika Tidak Ada Beban Sama Sekali, Berhentilah Sejenak dan Introspeksi
Ini bagian yang berat, tetapi jujur.
Jika seseorang mengaku Kristen, mengaku diselamatkan, tetapi:
- tidak pernah terbeban untuk orang lain
- tidak pernah tergerak ketika melihat orang terhilang
- tidak pernah berdoa, bahkan sekadar merasa sedih
maka satu kalimat perlu diucapkan dengan kasih tetapi tegas:
tolong ragukan keselamatanmu.
Ini bukan ajakan untuk hidup dalam ketakutan.
Ini bukan dorongan untuk bimbang tanpa harapan.
Ini adalah undangan untuk introspeksi.
Karena Alkitab dan pengalaman rohani sama-sama bersaksi,
orang yang hatinya sungguh diselamatkan Tuhan tidak mungkin tidak terbeban.
4. Kehadiran Yesus Selalu Menghasilkan Reaksi
Ada analogi sederhana,
tidak ada orang minum racun tanpa ada reaksi di tubuhnya,
tidak ada orang menelan sesuatu yang kuat, lalu tubuhnya tetap sama.
Demikian juga secara rohani,
tidak ada orang “meminum” air hidup, menerima Yesus, lalu tidak ada perubahan sama sekali di dalam hatinya.
Perubahan itu bisa bermacam-macam:
- hati yang lebih lembut
- kepekaan terhadap dosa
- rasa kasihan terhadap orang lain
- atau minimal beban yang mulai tumbuh
Meskipun seseorang masih takut, masih bingung, masih tidak tahu harus mulai dari mana, beban itu tetap ada.
5. Beban Itu Bisa Ada Tanpa Keberanian
Penting untuk dipahami:
terbeban tidak sama dengan langsung berani bersaksi.
Ada orang yang hatinya sangat terbeban, tetapi:
- ia belum tahu caranya
- ia takut ditolak
- ia merasa belum layak
Itu wajar.
Tuhan tidak menuntut kesempurnaan metode, tetapi kejujuran hati. Beban bagi jiwa bukan selalu terlihat dari tindakan besar, tetapi sering terlihat dari:
- doa yang diam-diam
- air mata yang tidak diketahui orang
- pergumulan batin yang terus berulang
6. Keselamatan yang Hidup Selalu Mengalir
Keselamatan sejati tidak berhenti pada diri sendiri.
Kasih yang sejati selalu ingin dibagikan.
Air hidup yang sejati selalu mengalir keluar.
Jika iman kita tidak pernah mengalir ke orang lain, bahkan dalam bentuk beban hati, maka iman itu patut dipertanyakan, bukan untuk ditolak, tetapi untuk dipulihkan.
Karena Tuhan tidak hanya menyelamatkan kita dari sesuatu,
tetapi juga menyelamatkan kita untuk sesuatu.
Jangan Kebal terhadap Beban yang Tuhan Beri
Pesan ini bukan untuk menekan, tetapi untuk membangunkan.
Bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk menuntun.
Jika hari ini kamu merasa hatimu mulai terusik, mulai gelisah melihat orang-orang yang belum mengenal Tuhan, itu pertanda baik. Itu tanda kehidupan.
Dan jika hari ini kamu sama sekali tidak merasakan apa-apa, jangan keras-kan hati. Datanglah kembali kepada Tuhan. Mintalah agar hatimu dijamah lagi.
Karena orang yang benar-benar diselamatkan
tidak mungkin tidak terbeban.
Tuhan Yesus memberkati
.png)
Komentar
Posting Komentar