TEMUKAN KEKUATANMU WANITA
Kekuatan Perempuan - Bukan Lemah, Tapi Berbeda
Sering kali perempuan disebut sebagai “kaum yang lebih lemah”. Namun Alkitab tidak pernah berkata bahwa perempuan lemah secara nilai, peran atau roh. Yang dimaksud “lebih lemah” hanyalah secara fisik, bukan secara keseluruhan keberadaan.
Tuhan dengan sengaja menempatkan kekuatan yang berbeda pada seorang wanita. Sama seperti semut yang kecil dibandingkan gajah, bukan berarti tidak berdaya. Semut tidak melawan dengan ukuran, tetapi dengan ketepatan dan kekuatan yang Tuhan taruh padanya. Gajah tidak menggigit, tapi semut punya gigitan yang menentukan.
Begitu pula perempuan.
Jika secara fisik perempuan lebih terbatas, itu bukan kekurangan. Itu adalah petunjuk agar perempuan mengenali kekuatan lain yang Tuhan berikan yaitu kekuatan emosi, ketajaman perasaan, kepekaan dan terutama kekuatan rohani.
Tidak benar bahwa perempuan lebih lemah secara batin atau iman. Justru dalam banyak hal, kepekaan terhadap Tuhan, ketekunan dalam doa, kesetiaan dalam proses, perempuan sering kali melampaui laki-laki. Ada karunia-karunia tertentu yang Tuhan titipkan lebih kuat dalam diri perempuan, bukan untuk bersaing, tetapi untuk melengkapi.
Kekuatan ini bukan hal baru. Kekuatan itu sudah ada sejak Taman Eden, ketika Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Dan kekuatan itu tidak hilang karena kejatuhan manusia dalam dosa. Sebaliknya, kekuatan tersebut ditebus dan diperbarui melalui salib Kristus di Kalvari, tempat di mana manusia dipulihkan, bukan dihapuskan identitasnya.
Tuhan tidak pernah menyesal menciptakan perempuan. Tuhan tidak menghapus rancangan semula-Nya. Tuhan menebus dosa, luka, kegagalan dan keruntuhan, namun yang baik tetap Tuhan pertahankan dan bahkan Tuhan nyatakan lebih terang.
Karena itu, wahai perempuan, temukan kekuatanmu.
Bukan kekuatan versi dunia, tetapi kekuatan yang Tuhan taruh sejak awal, yang ditebus oleh darah Kristus dan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi kehidupan di sekitarmu.
Ketika seorang perempuan mengenali kekuatannya yang sejati, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.
Tuhan Yesus memberkati

Komentar
Posting Komentar