TUHAN UTUS KITA DI TENGAH - TENGAH KELUARGA KITA

 


Yesus Sudah Mati - Sekarang Siapa yang Pergi?

Yesus sudah mati untuk semua orang. Pengorbanan-Nya di kayu salib sudah sempurna. Kita tidak sedang diminta untuk menyuruh Yesus mati lagi. Kabar keselamatan itu sudah tersedia. Pertanyaannya bukan lagi apakah Yesus mau menyelamatkan, tetapi siapa yang mau membawa kabar itu kepada mereka yang belum mendengarnya.

Tidak semua orang mau datang ke mimbar. Tidak semua orang mau mendengar khotbah. Ada keluarga, sahabat dan orang-orang terdekat kita yang menutup telinga terhadap suara gereja. Namun mereka masih membuka hati untuk bahasa yang mereka kenal, bahasa relasi, bahasa kasih, bahasa kehidupan sehari-hari dan di situlah peran kita menjadi sangat nyata.

Tuhan tidak hanya mengutus pendeta. Tuhan mengutus setiap orang percaya. “Bukankah Aku mengutus engkau?” Kalimat itu seharusnya menggugah kita. Karena sering kali masalahnya bukan pada kurangnya firman, tetapi pada kurangnya orang yang sadar bahwa dirinya diutus.

Banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa keluarga mereka adalah ladang pelayanan pertama. Mereka menunggu gereja bergerak, menunggu acara khusus, menunggu orang lain bertindak. Padahal keluarga bukan tanggung jawab mimbar semata. Keluargamu adalah tanggung jawabmu. Gereja memfasilitasi, tetapi jemaatlah yang melangkah.

Hari ini Tuhan masih mengulurkan tangan-Nya. Hari ini masih bisa terjadi tuaian jiwa. Tetapi tuaian itu tidak terjadi jika kita memilih pasif. Ketika kita berkata, “terserah saja,” atau “biarlah nanti Tuhan yang urus,” tanpa ketaatan, kita sedang menyerahkan kesempatan itu begitu saja.

Pasif adalah masalah serius dalam kehidupan orang percaya. Kita percaya Yesus sudah mati, tetapi lupa bahwa kita dipanggil untuk membawa kabar kematian dan kebangkitan-Nya itu kepada orang lain. Kita percaya Injil adalah kuasa Allah, tetapi kita sendiri tidak bergerak.

Tuhan menghendaki kerja sama. Mimbar dan jemaat. Firman dan tindakan. Panggilan dan ketaatan. Jika satu pihak diam, maka tidak akan terjadi apa-apa.

Yesus sudah melakukan bagian-Nya. Sekarang giliran kita melangkah.


Tuhan Yesus memberkati

Komentar

APA YANG KAMU DOAKAN SUDAH ADA DAN SUDAH DIBERIKAN

DENGAN KASIH YANG KEKAL

JANGAN MINTA KEKUATAN LEBIH DULU SEBELUM MELANGKAH

JANGAN REMEHKAN KESELAMATAN YANG TUHAN BERI