BUKAN WAKTUMU TAPI WAKTU TUHAN


Tuhan Datang di Waktu yang Tidak Kita Duga

Lukas 2:8–11

Ketika malaikat Tuhan menampakkan diri kepada para gembala dan berkata, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar…”, ada satu hal penting yang sering luput kita perhatikan yaitu Tuhan datang di waktu yang terasa tidak pas menurut manusia.

Para gembala itu sedang berjaga di malam hari. Secara logika, malam adalah waktu untuk pulang. Tubuh mereka sudah lelah setelah seharian menggembalakan domba di padang yang jauh. Pekerjaan gembala bukan pekerjaan ringan, menuntut tenaga, kewaspadaan dan kesabaran. Malam hari juga berarti resiko ada binatang buas, cuaca dingin dan kelelahan fisik.

Namun justru di saat itulah Tuhan datang.

Tuhan Tidak Datang Menurut Jadwal Kita

Tuhan sebenarnya bisa saja mengutus malaikat di pagi hari, saat para gembala masih segar dan fokus. Bukankah cahaya malaikat juga akan terlihat jelas di siang hari? Bahkan Paulus berjumpa dengan Yesus di tengah hari yang terang saat menuju Damsyik.

Tetapi Tuhan memilih malam.
Saat lelah.
Saat hampir pulang.
Saat tenaga sudah menipis.

Ini mengajarkan kita satu kebenaran penting yaitu Tuhan tidak menunggu kondisi ideal untuk menyatakan diri-Nya.
Pewahyuan Tuhan tidak mengikuti kenyamanan manusia, tetapi mengikuti kehendak dan waktu-Nya sendiri.

Belajar Peka pada Lawatan Tuhan

Sering kali kita ingin Tuhan bekerja sesuai agenda kita. Kita ingin tenang dulu, siap dulu, berhasil dulu, sembuh dulu, baru melayani atau merespons panggilan Tuhan. Padahal, Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan sering datang di tengah kelelahan, kekacauan dan ketidaksiapan manusia.

Ketika Tuhan melawat, jangan menunda.
Ketika Tuhan mengetuk, jangan menawar.

Kadang Tuhan menggerakkan hati kita untuk berdoa di waktu yang tidak biasa. Bukan karena Tuhan ingin mengganggu, tetapi karena ada momen khusus yang Tuhan ingin bagikan. Tuhan hidup, bukan berhala. Tuhan tidak bisa dikontrol atau dijadwalkan oleh manusia.

Yesus Datang di Dunia yang Belum Siap

Yesus lahir bukan di masa keemasan. Saat itu, keadaan penuh tekanan. Tidak ada kestabilan, tidak ada kedaulatan penuh dan sistem hidup sedang kacau. Namun justru di tengah kondisi seperti itulah Juruselamat datang.

Bahkan pelayanan Yesus sendiri dimulai di usia yang dianggap “tanggung”. Tidak semua orang siap menerima-Nya. Banyak yang meragukan, bahkan meremehkan. Tetapi Allah tidak menunggu semuanya siap. Allah bergerak ketika waktunya genap menurut kehendak-Nya.

Menjawab Panggilan di Waktu Tuhan

Sering kali kita berkata, “Nanti saja, Tuhan. Tunggu aku siap.”
Padahal Tuhan berkata, “Sekaranglah waktunya.”

Mempersembahkan hidup, melayani atau taat bukan soal waktu kita, melainkan waktu Tuhan. Ketika kita menyadari panggilan-Nya dan berkata, “Ya, Tuhan,” di situlah ketaatan dimulai.

Para gembala menerima kabar terbesar dalam sejarah keselamatan bukan saat mereka kuat, tetapi saat mereka lelah. Ini menjadi penghiburan bagi kita semua bahwa Tuhan tidak menjauh saat kita lemah. Justru sering kali Dia datang paling dekat di sana.

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan.” (Lukas 2:11)
Dan kabar itu datang tepat di saat manusia paling tidak menduganya.


Tuhan Yesus memberkati

Komentar

APA YANG KAMU DOAKAN SUDAH ADA DAN SUDAH DIBERIKAN

DENGAN KASIH YANG KEKAL

JANGAN MINTA KEKUATAN LEBIH DULU SEBELUM MELANGKAH

JANGAN REMEHKAN KESELAMATAN YANG TUHAN BERI