KESETIAAN TUHAN DALAM KEGELAPAN


Kesetiaan Tuhan dalam Kegelapan

(Refleksi Lukas 2:8–9)

Dalam Lukas pasal 2 ayat 8–20, kita diperkenalkan pada sebuah kelompok orang yang sering kali luput dari perhatian yaitu para gembala. Mereka tinggal di padang, berjaga pada malam hari, menjaga kawanan domba, pekerjaan yang pada zaman itu dipandang rendah, hina dan tidak bernilai oleh masyarakat.

Namun justru kepada merekalah Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya.

Alkitab mencatat, “Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka.” Ini bukan kebetulan. Ini adalah pesan rohani yang sangat dalam. Kesetiaan Tuhan sering kali dinyatakan justru di tengah kegelapan hidup manusia.

Apa yang Dimaksud dengan Kegelapan?

Kegelapan yang dimaksud bukanlah dosa atau kuasa gelap. Kegelapan di sini adalah ketidakpastian.
Saat kita tidak melihat masa depan.
Saat Tuhan terasa diam.
Saat rencana tidak jelas, pintu tertutup dan arah hidup terasa samar.

Banyak orang mengalami kegelapan seperti ini, bukan karena salah, tetapi karena hidup memang sedang berada di fase menunggu.

Tuhan Setia di Tengah Ketidakpastian

Para gembala berada di malam hari, di tempat yang sunyi, jauh dari sorotan manusia. Tetapi justru di situ Tuhan datang. Ini mengajarkan bahwa Tuhan tidak menunggu hidup kita terang dulu baru Tuhan bekerja. Tuhan setia bahkan ketika kita belum melihat apa-apa.

Orang yang tidak mengenal Tuhan hanya bisa mengikuti arah dunia, melihat tren, polling, situasi ekonomi atau suara mayoritas. Tetapi anak-anak Tuhan memiliki hak istimewa yaitu Roh Kudus menuntun dan mewahyukan apa yang perlu kita ketahui.

Tuhan tidak mewahyukan semua hal yang ingin kita tahu, tetapi Tuhan selalu mewahyukan apa yang kita perlukan.

Tuhan Bergaul Karib dengan Hati yang Takut Akan Dia

Alkitab berkata bahwa Tuhan bergaul karib dengan orang-orang yang takut akan Dia dan memberitahukan perjanjian-Nya (Mazmur 25:14). Inilah yang dialami Yusuf, baik Yusuf Perjanjian Lama maupun Yusuf ayah asuh Yesus.

Yusuf menerima pewahyuan bukan karena hidupnya sempurna, tetapi karena hatinya terus bersandar kepada Tuhan. Meskipun jalannya berliku, ada sumur, perbudakan, penjara, apa yang Tuhan janjikan tidak pernah gagal (Kejadian 37).

Demikian juga dengan kita. Tuhan tidak menciptakan kita untuk berjalan meraba-raba dalam gelap tanpa arah. Tuhan rindu menuntun langkah demi langkah, selama hati kita mau dekat kepada-Nya.

Tuhan Memilih yang Rendah Hati

Gembala bukan profesi terhormat. Mereka tidak punya kantor, tidak punya panggung dan tidak punya status. Tetapi Tuhan tidak memandang profesi, Tuhan memandang hati.

Tidak ada pekerjaan yang hina selama itu halal. Jangan pernah malu dengan apa yang Tuhan percayakan kepadamu hari ini. Di situlah Tuhan ingin hadir dan bekerja.

Justru bahaya terbesar sering datang kepada mereka yang terlalu dipuja, dielu-elukan dan meninggikan diri. Sebab apa yang meninggikan diri akan direndahkan.

Ketika Manusia Mengabaikanmu

Banyak orang hidup dengan luka karena merasa tidak dilihat:

- Tidak dipuji di tempat kerja

- Tidak dianggap dalam pergaulan

- Selalu terasa tertinggal

- Tidak populer, tidak diprioritaskan

Namun firman Tuhan mengajarkan sesuatu yang berbeda yaitu ketika manusia mengabaikanmu, Tuhan justru mendekat.

Asal satu hal dijaga yaitu jangan mengasihani diri sendiri.
Roh mengasihani diri sendiri membuat hati gelap dan menutup pekerjaan Tuhan. Tetapi hati yang bersyukur, meski hanya punya “lima roti dan dua ikan”, justru menarik perhatian surga.

Tuhan Bersinar di Hati yang Sederhana

Tuhan mengirim malaikat bukan ke istana Herodes, tetapi ke padang gembala. Mengapa? Karena Tuhan senang bersekutu dengan hati yang sederhana. Tuhan “menghibur”, melawat dan memanjakan orang-orang yang rendah hati bahkan tanpa agenda besar sekalipun.

Kadang Tuhan datang bukan untuk memberi tugas, tetapi hanya untuk menyatakan: Aku melihatmu. Aku menyertaimu.

Undangan bagi Kita Hari Ini

Jika hari ini hidupmu terasa gelap, sepi dan tidak diperhatikan, jangan iri, jangan mengeluh dan jangan mencari popularitas. Carilah Tuhan dalam keheningan. Di sanalah kesetiaan Tuhan akan nyata.

Belajarlah dari para gembala. Mereka tidak terkenal, tetapi mereka melihat kemuliaan Tuhan.


Tuhan Yesus memberkati

Komentar

APA YANG KAMU DOAKAN SUDAH ADA DAN SUDAH DIBERIKAN

DENGAN KASIH YANG KEKAL

JANGAN MINTA KEKUATAN LEBIH DULU SEBELUM MELANGKAH

JANGAN REMEHKAN KESELAMATAN YANG TUHAN BERI