SAAT TUHAN MEMILIH RUTE MEMUTAR
Rute Memutar dalam Rencana Tuhan
Sering kali kita merasa hidup ini seperti berputar-putar. Rencana sudah dibuat, doa sudah dinaikkan, tapi kenyataannya arah justru berubah. Jalan yang kita harapkan tertutup dan kita dipaksa mengambil rute yang tidak kita inginkan. Namun firman Tuhan mengajar kita satu kebenaran penting yaitu rute memutar bukan kesalahan, melainkan bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar.
1. Rute Memutar adalah Bagian dari Rencana Tuhan
Yusuf memberi teladan yang luar biasa. Saat ia mendengar bahwa Arkelaus memerintah di Yudea, Yusuf peka terhadap bahaya dan memilih tidak memaksakan diri. Yusuf tidak sedang takut, tetapi bijaksana. Yusuf tahu, Yesus terlalu berharga untuk dipertaruhkan.
Kadang kita merasa sudah dekat dengan tujuan, tinggal sedikit lagi. Tapi Tuhan mengubah arah. Jika itu terjadi setelah kita berusaha dan berdoa, belajarlah menerima bahwa perubahan itu berada dalam kedaulatan Allah. Tidak semua hal harus kita pahami hari ini, tapi firman Tuhan akan menjadi rhema yang menuntun kita di waktu yang tepat.
2. Jalan yang Tertutup Bukan Akhir Segalanya
Ada kalanya Tuhan menutup satu pintu karena Tuhan sudah menyiapkan pintu lain yang lebih baik. Iman bukan selalu soal menerobos, tapi juga soal menunggu dengan rendah hati.
Tuhan ingin kita belajar membedakan:
- kapan harus maju dengan berani
- kapan harus berhenti dan mendengar lebih jelas
Iman yang dewasa tahu bahwa tuntunan Tuhan sering kali hanya dimengerti oleh kita dan Tuhan saja. Karena itu, latih telinga rohani dan kepekaan hati.
3. Lokasi Kita adalah Bagian dari Panggilan Tuhan
Yesus lahir di Betlehem, tetapi dikenal sebagai orang Nazaret. Itu bukan kebetulan. Nazaret, Galilea dan tempat Yesus dibesarkan adalah wilayah pelayanan-Nya.
Di mana pun Tuhan menempatkan kita baik di kota, pekerjaan, keluarga atau profesi, di situ ada panggilan Tuhan. Jangan minder dengan tempatmu, jangan iri dengan jalan orang lain. Jika Tuhan menaruhmu di sana, setialah dan gigihlah.
Entah sebagai profesional, pengusaha, pelayan Tuhan atau pekerja di balik layar, jangan jadikan panggilanmu sebagai batu loncatan. Setialah sampai Tuhan sendiri yang membuka jalan berikutnya.
4. Ada Kasih Setia Tuhan untuk Setiap Permulaan Baru
Yesus berkali-kali harus berpindah tempat. Dari Betlehem, ke Mesir, lalu ke Nazaret. Tidak nyaman, tidak mudah dan penuh penyesuaian. Tapi Tuhan tidak pernah melepaskan pemeliharaan-Nya.
Tuhan sudah lebih dulu menyediakan sebelum kita melangkah. Di mana Tuhan menempatkan kita, di situ Tuhan juga menyediakan. Ada kasih karunia khusus untuk setiap permulaan baru di tempat baru.
Karena itu, jika hari ini hidupmu seperti diputar arahnya, percayalah bahwa Tuhan tidak sedang membingungkanmu, Tuhan sedang membentukmu.
Tetap setia, tetap rendah hati dan jadilah berkat di “Nazaret”-mu masing-masing. Amin.
Tuhan Yesus memberkati

Komentar
Posting Komentar